Tentang Film Merah Putih II

Posted: September 7, 2010 in berita, cerita, Film, Merah Putih, Merah Putih II, nasionalisme

http://www.ripiu.com/uploads/MERAH_PUTIH_II-_DARAH_GARUDA_().jpgDARAH GARUDA adalah film kedua dari TRILOGI MERAH PUTIH yang telah mendapatkan sambutan meriah. Film ini dipersembahkan oleh PT Media Desa Indonesia milik Hashim Djojohadikusumo dan diproduksi oleh Margate House Films yang dipimpin oleh Rob Allyn. Disutradarai oleh Yadi Sugandi dan Conor Allyn, DARAH GARUDA dibuat atas kesuksesan MERAH PUTIH, film yang membuat sensasi box office tahun 2009 dan ditonton jutaan penonton di bioskop. Diputar di berbagai festival film internasional dan pasar film termasuk Pusan, Berlin dan Cannes; saga perang ini telah terjual baik di bioskop, TV, DVD, Video Unduh mapun dalam bentuk hak cipta lainnya di lebih dari 10 negara termasuk Inggris, Jerman, Irlandia, Austria, Swiss dan Republik Ceko.
Sebuah epik dan thriller penuh laga yang terjadi di Jawa selama Perang Kemerdekaan tahun 1947, DARAH GARUDA mengikuti sebuah kelompok heroik tentara gerilya yang dipotret dengan brilian oleh aktor-aktor berbakat papan atas Indonesia (Donny Alamsyah, pemenang Aktor Terbaik untuk film MERAH PUTIH pada Festival Film Bandung 2010, bersama T. Rifnu Wikana, Lukman Sardi dan Darius Sinathrya).
Terpecah oleh rahasia-rahasia mereka di masa lalu dan konflik yang tajam dalam hal kepribadian, kelas sosial dan agama, keempat lelaki muda bersatu untuk melancarkan sebuah serangan nekat terhadap kamp tawanan milik Belanda demi menyelamatkan para perempan yang mereka cintai, dimainkan oleh para aktris muda berbakat yang profesional (Rahayu Saraswati, peraih Aktris Terbaik pada Bali International Film Festival 2009 untuk film MERAH PUTIH; Astri Nurdin, dan Atiqah Hasiholan).
Para kadet ini terhubung dengan kantor pusat Jendral Sudirman dimana mereka diberi sebuah tugas sangat rahasia di belakang garis musuh di Jawa Barat: sebuah serangan gaya komando pada lapangan udara vital yang dapat membalikkan perlawanan para pemberontak melawan kezaliman yang telah dilakukan Jendral Van Mook pada Agustus 1947.
Kelompok gerilya ini menembus dalam ke Jawa Barat, dimana mereka bertemu dengan kelompok lain dari separatis Islam, juga sekutu baru maupun yang potensial berkhianat: mata-mata kolonial dengan pangkatnya sendiri dan sekutu orang-orang sipil dari jalanan; dan musuh lama yang bertanggung jawab atas intelejen Belanda (dimainkan oleh Alex Komang sebagai Kyai, Ario Bayu sebagai gerilya tangguh Sersan Yanto, Atiqah Hasiholan sebagai wanita penghibur yang trauma Lastri, Rudy Wowor sebagai Mayor Belanda Van Gaartner dan memperkenalkan Aldy Zulfikar sebagai tentara anak Budi).
Dikepung oleh musuh yang mengelilingi, baik musuh dari luar maupun dari dalam, para pahlawan ini harus bersatu dan saling percaya karena mereka berjuang melawan intrik, perkelahian jarak dekat, pengkhianatan dan kekuasaan luar biasa sebuah maha kekaisaran Eropa, demi mengejar satu tujuan: Kemerdekaan.
Disutradarai oleh Yadi Sugandi dan Conor Allyn, DARAH GARUDA memasangkan keahlian sinematik dari Penata Sinematografi terhandal di Indonesia, Yadi Sugandi (LASKAR PELANGI, UNDER THE TREE, THE PHOTOGRAPH) dengan kekuatan penyutradaraan dinamis dari bintang baru Conor Allyn, yang keahlian berceritanya sebagi penulis dan produser trilogi MERAH PUTIH memadukan drama dan laga dalam cara bertutur gaya gerak memancang. Bersama, Yadi Sugandi dan Conor Allyn berhasil menyutradarai sebuah saga peperangan yang hidup dengan alur cepat di darat, laut, dan udara, yang merupakan film epik terbesar dan paling profesional dalam sejarah bangsa, penuh dengan laga, ketegangan, kejutan dan kelokan, intrik, romansa, humor dan penampilan dramatis oleh para pemain yang mempesona dari bakat terbaik perfilman Asia Tenggara.
Dibesut dalam format 35-milimeter berdurasi 100 menit, DARAH GARUDA melibatkan ahli perfilman internasional terbaik dalam bidang efek khusus dan tata teknis lain yang berpengalaman di perfilman Hollywood. Sebagian, seperti Koordinator Efek Khusus Adam Howarth (SAVING PRIVATE RYAN, BLACKHAWK DOWN) dan Ahli Persenjataan John Bowring (THE MATRIX, THE THIN RED LINE, AUSTRALIA, WOLVERINE), adalah para veteran di film MERAH PUTIH. Dengan tim penyutradaraan baru Yadi Sugandi dan Conor Allyn, DARAH GARUDA dan film ketiga yang nanti akan muncul dari trilogi ini, HATI MERDEKA, membawa ahli-ahli lain seperti Nominator Piala Oscar untuk Tata Rias dan Prostetik Conor O’Sullivan (THE DARK KNIGHT, SAVING PRIVATE RYAN, BRAVEHEART), Koordinator Laga Scott McLean (THE MATRIX, THE PACIFIC-sekuel terbaru dari Steven Spielberg/Tom Hanks BAND OF BROTHERS), Asisten Sutradara Andy Howard (FROM HELL, WANTED, HELLBOY) dan Teknisi Ahli Efek Khusus Graham Riddell (ROBIN HOOD, BATMAN BEGINS, STAR WARS I, BAND OF BROTHERS, KINGDOM OF HEAVEN).
Disunting oleh penyunting gambar terbaik Indonesia Sastha Sunu dengan musik oleh komposer peraih penghargaan Thoersi Argeswara yang musiknya dimainkan oleh Beijing Philharmonic Orchestra, DARAH GARUDA menampilkan sebuah ensemble cast jajaran para bintang: Donny Alamsyah (FIKSI, 9 NAGA, GIE), Rahayu Saraswati (RED AND WHITE), T. Rifnu Wikana (KADO HARI JADI, LASKAR PELANGI), Lukman Sardi (QUICKIE EXPRESS, GIE), Astri Nurdin (RED AND WHITE), Darius Sinathrya (UNGU VIOLET, D’BIJIS, NAGA BONAR JADI 2), Atiqah Hasiholan (JAMILA DAN SANG PRESIDEN, RUMA MAIDA), Ario Bayu (LASKAR PELANGI, PINTU TERLARANG), Rudy Wowor (RED AND WHITE, QUICKIE EXPRESS), Alex Komang (LASKAR PELANGI, PACAR KETINGGALAN KERETA) dan memperkenalkan aktor cilik Aldy Zulfikar.
Pemenang Film Terbaik, Sutradara Terbaik dan Pilihan Penonton pada Bali International Film Festival 2009 dan pilihan resmi (official selection) pada berbagai festival film di Los Angeles, Amsterdam and Bangkok, MERAH PUTIH disambut oleh VARIETY sebagai “penggambaran yang dibuat dengan baik tentang kelahiran Indonesia sebagai sebuah bangsa dimana penampilan pemain dan visualnya yang kuat mengesankan”. “Epik perang yang menghadirkan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya… mendebarkan hati… mencengangkan,” kata koran Jakarta Globe, “Donny Alamsyah konsisten dan brilian.” Kompas memberikan “Dua jempol… film yang sempurna untuk hari kemerdekaan… dengan begitu hidup disutradarai Yadi Sugandi, ditulis oleh Conor Allyn dan Rob Allyn, skenarionya terjalin dengan anggun dan dengan gamblang menampilkan drama dan intrik… elean”.
Koran Jakarta Post menyebutkan bahwa gambar-gambarnya “otentik secara sejarah dengan laga, drama, humor, romansa, tragedi manusia dan cerita personal yang kuat… menginspirasi generasi muda”. SCREEN DAILY menyebutnya sebagai “epic… film terbesar dalam sejarah Indonesia”. Di Cannes, The Hollywood Reporter menyatakan “MERAH PUTIH mengharu biru dalam memotret pemberontak Indonesia yang berjuang melawan penindasan Belanda… film ini telah memenangkan perhatian masyarakat di Indonesia dan Pasifik… Tipe film saga yang membangkitkan semangat raga yang membara, MERAH PUTIH mengalir seperti halnya film-film lama peperangan Amerika… MERAH PUTIH dengan bangga membentangkan scoring musik yang membangkitkan dan menginspirasi, garapan komposer Thoersi Argeswara”. Jawa Pos menyebut MERAH PUTIH sebagai “Drama perang gaya Hollywood yang mengingatkan Indonesia tentang persatuan, pengorbanan dan nasionalisme para Bapak Bangsa”. Sementara SEPUTAR INDONESIA dengan sederhana mengatakan, “Perasaan kebanggaan dan cinta terhadap bangsa dibangunkan kembali setelah menonton film ini.”

About these ads
Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s