Motivasi Kerja

Posted: March 28, 2012 in artikel, psikologi industri
Tags: ,

Hai agan dan aganwati sekalian,bagaimana kabar kalian hari ini?pasti luar biasa.oke,kali ini admin akan membahas ttg motivasi kerja di dunia industri.Motivasi di dalam dunia kerja adalah sesuatu yang dapat menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Menurut As’ad (2004) motivasi kerja dalam psikologi karya biasa disebut pendorong semangat kerja. Kuat dan lemahnya motivasi seseorang tenaga kerja ikut menentukan besar kecilnya prestasinya. Menurut Munandar (2001) motivasi kerja memiliki hubungan dengan prestasi kerja. Prestasi kerja adalah hasil dari interaksi antara motivasi kerja, kemampuan dan peluang. Teori motivasi bervariasi, yaitu menurut isi motivasi dan proses motivasi. Teori yang berhubungan dengan pengidentifikasian isi motivasi berkaitan dengan apa yang memotivasi tenaga kerja.

Kebutuhan→Motivasi →Job performance →Produktifitas
ada beberapateori ttg kebutuhan,salah satunya adalah teori kebutuhan menurut A. Maslow,yakni :

1. Physiological needs (kebutuhan bersifat biologis). Merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendasar. Contohnya: kita memerlukan makan, air, dan udara untuk hidup. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang sangat primer, karena kebutuhan ini telah ada sejak lahir. Jika kebutuhan ini tidak dipenuhi, maka individu berhenti eksistensinya.

2. Safety needs (kebutuhan rasa aman). Merupakan kebutuhan untuk merasa aman baik secara fisik maupun psikologis dari gangguan. Apabila kebutuhan ini diterapkan dalam dunia kerja maka individu membutuhkan keamanan jiwanya ketika bekerja.

3. Social needs (kebutuhan-kebutuhan sosial). Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, sehingga mereka memiliki kebutuhan-kebutuhan sosial, sehingga mereka mempunyai kebutuhan-kebutuhan sosial sebagai berikut:

a. Kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain di mana ia hidup dan bekerja

b. Kebutuhan akan perasaan dihormati, karena setiap manusia merasa dirinya penting

c. Kebutuhan untuk dapat berprestasi

d. Kebutuhan untuk ikut serta (sense of participation)

4. Esteem needs (kebutuhan akan harga diri). Penghargaan meliputi faktor internal, sebagai contoh, harga diri, kepercayaan diri, otonomi, dan prestasi; dan faktor eksternal, sebagai contoh, status, pengakuan, dan perhatian.

5. Self Actualization. (Kebutuhan akan aktualisasi diri), termasuk kemampuan berkembang, kemampuan mencapai sesuatu, kemampuan mencukupi diri sendiri. pada tingkatan ini, contohnya karyawan cenderung untuk selalu mengembangkan diri dan berbuat yang terbaik.

Sedangkan teori kebutuhan menurut Alderfer adalah :

1. Existence.(Eksistensi). Kebutuhan yang dipuaskan oleh faktor-faktor makanan,udara,imbalan,dan kondisi kerja.

2. Relatedness.(Hubungan). Kebutuhan yang dipuaskan oleh hubungan sosial dan interpersonal.

3. Growth.(Pertumbuhan). Kebutuhan yang terpuaskan jika individu membuat kontribusi yang produktiv atau kreatif.

oke,sekian dulu pembahasan admin kali ini,insya Allah akan admin sambung besok,dg tema yang sama,yaitu MOTIVASI KERJA.

 

Created by : Anno™
narsumber : Dosen Psikologi Industri

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s