Andai Istrimu Seorang Mahasiswi Farmasi

Posted: June 2, 2014 in Uncategorized

Seringkali kau membayangkan bahwa istrimu adalah seseorang yang telah memiliki titel-gelar-atau profesi. Tapi pernahkah kau membayangkan bagaimana jika istrimu masih menjadi mahasiswi di salah satu perguruan tinggi? Pernahkah kau membayangkan bagaimana jika istrimu yang masih muda ini adalah mahasiswi jurusan Farmasi?

Jika istrimu seorang mahasiswi Farmasi, mungkin ia akan menjadi istri yang tiap harinya bergadang demi menyelesaikan tugas kuliah dan membuat laporan berbagai praktikum dengan deadline yang sangat ketat. Jangan heran jika kau mendapatinya dengan mata sayu, berkantung, dan terlihat lelah. Tapi percayalah, manakala kau terbangun dan mengajaknya mendirikan sholat malam di tengah ketidaksadarannya, mata sendunya akan berubah dan bercahaya, raut wajah lelahnya akan berubah menjadi rona berseri karena bahagia manakala engkau mengajaknya agar sadar waktu dan bermesraan dengan Sang Pencipta.

Mungkin istrimu akan sering pulang malam manakala ada beberapa praktikum yang menyita waktu. Saat kau meneleponnya, mungkin dia sedang di laboratorium demi bergulat dengan senyawa atau menaklukan formulasi obat. Jangan heran jika saat dia pulang kau tidak mendapatinya dalam keadaan harum, melainkan dengan bau senyawa-senyawa kimia laboratorium. Bisa jadi bau itu biasa saja, atau bahkan baunya menyengat yang menyebabkan engkau enggan mendekatinya. Jangan heran jika dia sangat teliti memperlakukan tikus. Bukan karena dia mencintai binatang yang bisa jadi kau jijik terhadapnya, semata-mata dia lakukan demi penelitian yang pada akhirnya ingin dia baktikan pada masyarakat. Jangan marah jika saat ia pulang kau dapati baju yang baru saja kau belikan dengan tabunganmu malah kotor dengan warna-warna tak jelas. Bisa jadi baju itu terkena perak nitrat, carmine, atau terkena ekstak saat dia di laboratorium bahan alam. Percayalah, dia sangat ingin berhati-hati dan sangat menyukai pemberianmu, tapi terkadang keteledorannya yang membuat ini semua. Jangan merasa jijik manakala wajahnya tiba-tiba berjerawat atau kulitnya memerah, ia tidak terkena kutukan, bisa jadi ia terkena paparan senyawa berbahaya ataupun terinfeksi bakteri saat ia di laboratorium mikrobiologi.

Jika istrimu mahasiswa farmasi, di tengah kesibukan kuliah, praktikum, laporan, dan mungkin tugas akhirnya – percayalah bahwa ia selalu mengingatmu. Dia tahu kewajibannya sebagai istri, memperlakukan tikus dengan baik jelas tidak lebih dia utamakan dibanding memperlakukan suami dengan baik. Meskipun ia sibuk dengan kesibukan yang mungkin belum kau mengerti, percayalah bahwa ia selalu memperdulikan dan mencintaimu. Jangan heran jika dia rewel memintamu menghabiskan antibiotik saat kau terinfeksi bakteri. Jangan heran jika ia akan mengatur pola makanmu berdasarkan golongan darah ataupun berdasarkan jenis risiko penyakit yang sedang atau mungkin akan kau derita. Perlu kau tahu, meskipun ia pandai meracik obat dengan takaran yang pas, tapi belum tentu ia dapat memasak dengan bumbu yang pas. Namun, ia akan terus belajar memasak demi melihat senyummu, dan melihat kau sehat bugar. Sesekali mungkin kau akan merasa kesal karena di malam hari, setelah menghabiskan makan malam ia akan melarangmu tidur langsung. Ia akan memintamu untuk bersama dengannya barang beberapa jam. Selain karena ingin mendengar kisahmu hari ini, ia ingin memastikan agar kau terhindar dari risiko diabetes. Pun jangan kesal manakala ia sesekali jahil menyembunyikan remote saat kalian menonton. Dia hanya ingin kau sedikit bergerak ke layar televisi untuk memindahkan saluran, sekali lagi percayalah bahwa ia melakukan ini demi kesehatanmu.

Jika istrimu mahasiswi farmasi, percayalah bahwa namamu akan tercantum di setiap kata pengantar tugasnya termasuk tugas akhirnya. Ia akan selalu memastikan kesehatanmu, menyediakan makanan sehat, dan menjadi dokter-perawat-apoteker-ahli gizi pertama bagimu. Jika istrimu mahasiswi farmasi, jangan heran jika saat ia membuka tabungannya dan ingin membelikan sesuatu untuk orangtuamu yang menjadi mertuanya. Ia akan membelikan buah-buahan atau nutrasetikal demi menjaga kesehatan orang-orang yang kau cintai. Jika istrimu mahasiswi farmasi, di tengah kesibukan praktikumnya yang menyita waktu, percayalah bahwa waktu yang paling ia cintai adalah beberapa jam yang ia habiskan bersamamu dalam menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai istri. Meskipun istrimu kadang terlihat aneh karena sering berinteraksi dengan instrumentasi analisis ataupun dengan tikus. Percayalah bahwa saat ia lelah di laboratorium ia ingin kau juga ada di sana untuk memberi dukungan dan kekuatan baginya. Jangan heran jika sesekali ia akan memberikanmu kejutan dengan kalung obat-obat, buku catatan yang terlihat seperti buku resep, atau mungkin dia akan menjadikan namamu sebagai nama obat baru yang ia formulasikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s